Belajar Dari Ibu Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara Jawa Tengah pada 21 April 1897. Ibu Kartini adalah kaum bangsawan anak dari seorang Bupati Jepara. Dimasa mudanya, ia adalah sosok yang cerdas dan kritis dan tidak pernah berhenti belajar.

Kegemarannya membaca membuat dia tumbuh kritis dan menyuarakan adanya diskriminasi pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Dulu semua anak laki-laki dapat belajar di sekolah sedangkan anak perempuan hanya dari kaum bangsawan. Ibu kartini berjuang agar anak laki-laki dan perempuan punya hak yang sama dalam belajar.

Melalui menulis dia menjalin korespondensi dengan sejumlah sahabat penanya di Belanda dan mengirim surat ke pemerintahan Hindia Belanda. Kartini mewujudkan cita-citanya dengan membuka sekolah bagi perempuan. Kartini menikah dengan seorang Bupati Rembang dan meninggal dalam usia 25 tahun pada 1904. Warisan Ibu Kartini memperjuangkan kemerdekaan/kebebasan/persamaan dalam belajar sampai saat ini tetap terpelihara.

Pada tahun 1964 oleh keputusan Presiden Seokarno ditetapkan bahwa Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan.